Rabu, 23 Mei 2012

METODE TRANSPLANTASI TERUMBU KARANG


Terumbu karang merupakan komunitas unik diantara komunitas laut lainnya dan terbentuk dari aktivitas biologi. Terumbu karang merupakan ekosistem khas perairan tropik, dan merupakan habitat berbagai biota laut untuk tumbuh dan berkembang biak dalam kehidupan yang seimbang. SIfat yang menonjol dari terumbu karang adalah produktifitas dan keanekaragamannya yang tinggi, jumlah spesies yang banyak, serta bentuk morphologi yang sangat bervariasi dan biomassa yang besar.
Luas terumbu karang yang terdapat di perairan Indonesia mencapai lebih dari 60.000 km2 yang tersebar di perairan kawasan barat hingga timur Indonesia (Walters, 1994 dan Suharsono, 1998). Namun, saat ini terumbu karang secara terus menerus mendapat tekanan berat akibat berbagai aktivitas manusia baik di darat maupun di laut. Cara-cara penangkapan yang menggunakan bahan peledak, bahan kimia beracun masih banyak dijumpai di beberapa daerah. Disamping itu pengambilan terumbu karang untuk bahan bangunan terus meningkat, sejalan dengan meningkatnya laju pembangunan. Begitu pula halnya dengan pembangunan industri dan limbah rumah tangga serta pencemaran minyak juga mengancam kelestarian terumbu karang. Disisi lain kesadaran masyarakat masih rendah terhadap masalah pelestarian atau konservasi sumber daya yang mengakibatkan semakin menambah sulitnya pengelolaan sumber daya terumbu karang secara rasional.
Dalam upaya menanggulangi masalah tersebut khususnya dalam rangka memulihkan kemabli fungsi dan peranan ekosistem terumbu karang sebagai habitat biota laut, perlu segera diambil tindakan nyata untuk menjaga kelestarian ekosistem karang melalui upaya rehabilitasi sumber daya karang yang sudah mengalami kerusakan. Salah satu upaya tersebut dapat dilakukan melalui transplantasi karang.
Teknologi transplantasi karang (Coral transplantation) adalah usaha mengembalikan terumbu karang melalui pencangkokan atau pemotongan karang hidup untuk ditanam di tempat lain atau di tempat yang karangnya telah mengalami kerusakan, bertujuan untuk pemulihan atau pembentukan terumbu karang alami.

Metode Transplantasi Karang
Dewasa ini metode yang di gunakan untuk membuat media transplantasi karang cukup banyak, namun dalam hal ini kami menggunakan metode yang relatif mudah dan tingkat efesiensinya tinggi sehingga lebih efektif dalam proses pembuatan dan aplikasinya,

Adapun metode yang kami gunakan adalah dengan menggunakan media substrat semen (cor) dan pipa paralon sebagai tempat di ikatkannya sampel yang akan di transplantasikan, lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini:


Dari beberapa alternatif metode transplantasi karang yang ada, metode jaring substrat memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan metode lainnya, yaitu:
  • Lebih kokoh dan kuat
  • Cocok untuk obyek penelitian
  • Cocok untuk karang bercabang
  • Bernilai ekonomis dan efektif
  • Tahan lama dan ramah lingkungan
Alat dan bahan transplantasi karang :
  • Peralatan scuba
  • Jangka sorong (skala 0,01 cm)
  • Peralatan ukur kualitas air
  • Pemotong karang
  • Alat dokumentasi bawah air
  • Sampel karang hidup
  • Wadah sampel
  • Label tahan air
  • Kawat baja
  • Pipa paralon
  • Substrat semen
  • Sarana transportasi laut

Substrat
Substrat berfungsi sebagai tempat penempelan bibit karang. Substrat yang digunakan terdiri dari beberapa alternatif, yaitu jenis substrat konkrit, yakni terbuat dari semen cor dengan ukuran 5x1 meter. Pada sisi atas semen yang telah di cor akan di bentuk tiang pengikat sampel karang, namun di bentuk dengan rangkaian tulisan “Rrueng Raya” (nama daerah transplan) untuk menambah nilai estetika, dimana pola rangkaian di buat dengan kawat baja. Penempatan substrat didasar perairan disesuaikan dengan kondisi dasar perairan.

Contoh bentuk frame dari besi dan substrat
Penyiapan lokasi rehabilitasi dilakukan dengan tujuan meningkatkan peluang anakan karang untuk hidup dilokasi yang akan direhabilitasi menjadi lebih terjamin. Tahapan yang dilakukan adalah :
  • Mengurangi dan atau menghentikan penyebab rusaknya terumbu karang di lokasi tersebut.
  • Membersihkan sampah plastik, organik, dan material lain yang dapat mengganggu pertumbuhan karang.

Bibit Untuk Transplantasi Terumbu Karang
Pengambilan bibit dari alam perlu diperhatikan, antara lain :
  • Mengurangi dan atau menghentikan penyebab rusaknya terumbu karang di lokasi tersebut.
  • Tidak merusak koloni induk.
  • Sistem perwakilan plot kurang lebih 10% per plot.
  • Sesuai dengan MSY (potensi) di alam/lokasi.
  • Pengangkutan bibit dilakukan di dalam air dan dilaksanakan dengan hati-hati.
Pada pengikatan bibit pada substrat, perlu diperhatikan :
  • Pengangkutan bibit dilakukan di dalam air dan dilaksanakan dengan hati-hati.
  • Pengikatan bibit sebaiknya dilakukan di dalam air, namun apabila dilakukan dipermukaan air jangan terlalu lama (maksimal 20 menit).
  • Pada pengikatan, bibit diikat dengan seerat mungkin dengan menggunakan tali pancing atau klem plastik.
 sumber : http://gudangsamsul.blogspot.com/  
Samsul Bahri ODC 0304