Menyelam dapat dipelajari melalui lembaga pendidikan selam yang berafiliasi Internasional atau lokal. Untuk tingkatan dasar, lama pendidikan dapat ditempuh dalam waktu tidak lebih dari 2 minggu, yang terdiri dari beberapa hari metode pelajaran teori di kelas dan kolam, sebelum menuju ke laut. Hal ini perlu dilakukan mengingat kegiatan menyelam banyak mengandung resiko tinggi . Pada umumnya komunitas penyelam yang ada lebih bersifat rekreasional, disamping ada penyelam komersial atau technical dive seperti pekerja penyelam di pengeboran minyak, yang dituntut spesifikasi teknik dan ketrampilan sendiri yang berbeda dengan recreational dive.
Sabtu, 18 September 2010
Rabu, 18 Agustus 2010
Para Penyelam Handal
1.Burung Loon

Burung loon adalah kelompok burung akuatik yang ditemukan di berbagai tempat di Amerika Utara dan selatan Eurasia. Loon seukuran bebek besar atau angsa kecil, yang terkadang terlihat mirip dengan kedua jenis binatang itu ketika mereka berenang. Bulu mereka terutama berwarna putih dan hitam, dengan warna abu-abu pada kepala dan leher pada beberapa spesies, dan bulu bagian perut yang berwarna putih. Seluruh spesies dari genus ini memiliki paruh berbentuk tombak

Burung loon adalah kelompok burung akuatik yang ditemukan di berbagai tempat di Amerika Utara dan selatan Eurasia. Loon seukuran bebek besar atau angsa kecil, yang terkadang terlihat mirip dengan kedua jenis binatang itu ketika mereka berenang. Bulu mereka terutama berwarna putih dan hitam, dengan warna abu-abu pada kepala dan leher pada beberapa spesies, dan bulu bagian perut yang berwarna putih. Seluruh spesies dari genus ini memiliki paruh berbentuk tombak
Jumat, 23 Juli 2010
Pentingnya Menyelamatkan Terumbu Karang
Sebagian besar wilayah Indonesia adalah lautan, sehingga secara alamiah bangsa Indonesia merupakan bangsa bahari. Hal ini ditambah lagi dengan letak wilayah Indonesia yang strategis diwilayah tropis. Hamparan laut yang luas merupakan suatu potensi bagi bangsa Indonesia untuk mengembangkan sumberdaya laut yang memiliki keragaman, baik sumberdaya hayati maupun sumberdaya lainnya.
Sebagai suatu bangsa bahari yang memiliki wilayah laut yang luas dan dengan ribuan pulau besar dan kecil yang tersebar didalamnya, maka derajat keberhasilan bangsa Indonesia juga ditentukan dalam memanfaatkan dan mengelola wilayah laut yang luas tersebut. Keunikan dan keindahan serta keanekaragaman kehidupan bawah laut dari kepulauan Indonesia yang membentang luas di cakrawala khatulistiwa masih banyak menyimpan misteri dan tantangan terhadap potensinya.
Minggu, 27 Juni 2010
Selasa, 15 Juni 2010
Seminar "Terumbu Karang Aceh: Kini dan Masa Depan"
Ocean Diving Club Jurusan Ilmu Kelautan Koordinatorat Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala melalui Divisi Coral House melaksanakan seminar "Terumbu Karang Aceh Kini dan Masa Depan" pada Selasa, 08 Juni 2010. Seminar ini dilaksanakan di ruang seminar gelanggang olahraga mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Seminar dalam rangka peringatan hari kelautan sedunia ini dihadir oleh berbagai pihak, baik dari pemerintah/pengambil kebijakan, akademisi, LSM, aktivis lingkungan dan mahasiswa.
Langganan:
Postingan (Atom)



